[Rekap] Law of The Jungle di Kota Manado Part 4

Law of Jungle Episode 250: Spesial Tahun Baru 2017


24 jam telah berlalu. Ini berarti, kru Law of The Jungle di Kota Manado berhasil melewati misi ‘Zone Base 2: Tanpa Daya’. Sukses bertahan sehari bukan berarti Byungman, Da Hoon, Sleepy, Solbi, Gong Myung, Jin (BTS) dan Cheng Xiao (WSJN/Cosmic Girls) bisa bernapas lega. Sebab, misi berikutnya yang akan mereka hadapi tak kalah sulitnya.

Rekap Law of The Jungle Episode 250 di Kota Manado
Law of The Jungle di Kota Manado, Indonesia. (instagram/@sbsnow_insta)

Zone Base 3: Tanpa 'Ketua'


Sinopsis Law of The Jungle Episode 250 di Kota Manado
Misi ketiga, kru harus dipisah dengan Byungman. (sbs)
Di hari ketiga, seluruh anggota tampak sangat kelelahan. Namun, mereka harus menghadapi misi Zone Base terakhir. Tak kalah beratnya, kali ini misi yang harus di hadapi adalah ‘Zone Base 3: Tanpa Ketua’ alias bertahan di alam tanpa Byungman. Rasa khawatir jelas tergambar di wajah para member lainnya tak terkecuali Byungman. Meski sudah teruji selama 6 tahun terakhir, ini merupakan kesempatan pertamanya tinggal sendiri tanpa anggota lainnya.

Atas saran Byungman, tim dipisah menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama, Byungman seorang. Harus bertahan hidup di sebuah pulau kecil dengan garis pantai terbatas. Tim kedua, Sleepy, Solbi dan Jin serta tim ketiga yaitu terdiri dari Da Hoon, Gong Myoung dan Cheng Xiao. Kedua tim tinggal di pulau yang lebih besar dari yang ditempati Byungman.

Sebentar lagi akan turun hujan dan matahari sudah hampir terbenam. Sementara, para member di tiga tim yang berbeda masih belum membuat tempat berlindung. Byungman mengeksplorasi pulau kecilnya. Ia berharap bisa menemukan tempat yang aman saat malam datang. Ia kemudian mencoba memanjat ke atas tebing. Sayang, keadaan tak mendukungnya sama sekali untuk tidur di atas.

Law of The Jungle Episode 250 Indonesia
Byungman saat mengeksplorasi pulau. (sbs)
Tim Da Hoon, berdiskusi bertukar ide sebelum mulai membangun tempat mereka. Pilihan jatuh di bibir pantai. Gong Myoung sesekali hilang fokus, mungkin efek kelelahan. Berbeda dengan Cheng Xiao yang masih sedikit bersemangat dan selalu aktif bergerak di situasi tak terduga. Berkali-kali Da Hoon selalu memujinya karena aktif membantu.

Tim Jin, akhirnya memilih untuk tinggal di bibir pantai. Dikarenakan saat mereka tiba di pulau, hari sudah mulai gelap. Masuk ke hutan menjadi sangat beresiko buat mereka pribadi. Selain itu, makin malam hutan juga makin seram.

Setelah menetapkan tempat tidur, Byungman bergegas mencari makanan untuk mengisi perut yang kosong. Meski hujan deras, laut yang berombak serta sangat gelap dan berbahaya, tidak menyurutkan niat dia untuk memburu makanan di dasar laut.

Beberapa kali ikan buruannya berhasil kabur dari pelupuk mata berkat arus yang deras. Tapi Byungman tetap tidak menyerah. Hingga akhirnya, kerang laut menjadi tangkapannya. Begitu kembali ke darat, tak berarti perburuannya selesai. Ia lanjut mencari siput laut di antara bebatuan ditemani deburan keras ombak. Panen besar, Byungman tak lupa menyisihkan sebagian untuk kru lainnya yang sedang berjuang dipulau masing-masing.

Jin dan Sleepy memutuskan untuk mencari ikan di laut saat hujan deras. Semantara Solbi berjaga di atas perahu. Perburuan mereka tidak sia-sia, memanfaatkan tompak, Jin berhasil mengangkat ikan besar meski sempat terlepas sebelumnya. Sayangnya, usah keras Jin menghabiskan seluruh energinya. Ia tampak kelelahan setelah naik ke permukaan. Tim dokter pun memberi suntikan dan menyarankannya untuk sedikit beristirahat.

Jin BTS sakit di law of the jungle manado indonesia
Jin saat disuntik tim kesehatan. (sbs)
Selang beberapa saat, Jin kembali aktif. Tidak terlihat di raut wajahnya bahwa beberapa waktu lalu sempat kesakitan. Bersama Sleepy dan Solbi, ketiganya bergantian berusaha menyalakan api untuk memasak makan malam mereka.

Dewi fortuna tampaknya dekat dengan Jin. Saat kelar buang air, matanya sempat menangkap  gerak cepat kepiting. Tak hanya satu, bersama Sleepy, keduanya berkolaborasi menangkap dua kepiting sedang dan satu jumbo sebagai makan spesial mereka.

Di sisi lain, tim Da Hoon, Gong Myung dan Cheng Xiao sama sekali belum mendapat buruan mereka. Kelapa tua pun ingin diembat, hingga koloni semut menghentikan niat mereka. Da Hoon tak putus asa, sempat beberapa kali mendengar kehadiran ular. Ia lalu berniat menjadikan ular sebagai makan malam tim.

Setelah lama mencari di sela-sela rerumputan, pada akhirnya yang dinanti Da Hoon menampakkan diri. Layaknya pawang, dengang cekapatan memanfaatkan ranting pohon, ia berhasil menangkap seekor ular patola. Jenis ular yang menurut warga sekitar, bisa dimakan. Tak perlu menunggu lama, ia langsung menguliti kulit ular.

Cheng Xiao, Gong Myung dan Da Hoon makan ular
Dari kiri: Cheng Xiao, Da Hoon, Gong Myung saat menikmati ular. (sbs)
Sempat takut, Gong Myung dan Cheng Xiao yang sebelumnya belum pernah memakan ular terpaksa ikut melahapnya. Meski kemudian mereka berpendapat bahwa ular bakar rasanya hampir sama seperti daging ayam. 

No comments:

Post a Comment